Berita

Tim Universitas Andalas melaksanakan Studi Kelayakan Pengembangan Bisnis Gambir Skala Ekonomis di Kabupaten Pakpak Bharat

Selasa, 27 Januari 2026

Tim Universitas Andalas, Padang mengunjungi Kabupaten Pakpak Bharat untuk melaksanakan Studi Kelayakan Pengembangan Bisnis Gambir Skala Ekonomis. Kehadiran tim yang dipimpin oleh Direktur Kerjasama dan Hilirisasi Riset, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP.,M.Si ini diterima langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat di ruang rapat Garuda, Kantor Bupati Pakpak Bharat.

Muhammad Makky mengungkapkan, Pakpak Bharat menjadi salah satu lokasi prioritas pembangunan pabrik gambir yang akan dibangun oleh Pemerintah Pusat untuk mempercepat proses pengembangan dan hilirisasi tanaman gambir.

Namun lokasi pabrik ini perlu kita matangkan lagi, termasuk ketersediaan energi, bahan baku dan lainnya. Kami melihat memang kwalitas gambir Pakpak Bharat  cukup bagus, tidak ada metode pencampuran dalam pengolahannya. Berbeda dengan gambir dari beberapa daerah yang sering dilakukan metode pencampuran. Para petani disini sangat mempertahankan kwalitas gambir, jelas dia.

Kita akan sesuaikan semua mulai dari proses penanaman, proses produksi, hingga pemasaran, 

Kita juga akan melihat dari sisi aspek permodalan, aspek sosial dan aspek ekonomi, aspek resiko dan managemen resiko, sehingga studi kelayakan ini benar-benar menjadi sebuah dasar perencanaan terhadap pengembangan gambir ini. Jadi kami kesini untuk melihat bagaimana ketersediaan lahan rencana pengembangan 10 ribu hektar tanaman gambir, dan setidaknya satu lokasi pembangunan pabrik yang layak, ucap Muhammad Makky kemudian.

Terimakasih kepada Universitas Andalas yang telah membantu kami. Untuk saat ini telah tersedia calon lahan pengembangan tanaman gambir ini seluas 5.974 hektar. Saya bermohon kepada kita semua supaya tolong ini dibantu, semua ini kalau bisa kita percepat, tolong semua OPD agar saling membantu, saya mohon jangan sampai gagal, ucap Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.

Bupati juga menjelaskan bahwa Tanaman gambir yang merupakan salah satu komoditas unggulan Pakpak Bharat tumbuh subur dan tersebar di delapan kecamatan yang ada. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tahun 2024 luas tanaman gambir Pakpak Bharat mencapai 1.623,5 hektar dengan total produksi sebesar 3.910 ton.Gambir Pakpak Bharat bahkan telah terdaftar dan tersertifikasi Indikasi Geogerafis Kementerian Hukum RI.

Tim Universitas Andalas bersama tim Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat kemudian mengunjungi lokasi rencana pembanguna pabrik gambir, berdialog dengan petani gambir, melihat proses pemanenan dan produksi gambir, serta melakukan beberapa perhitungan awal ekonomi komoditas gambir.

Berita Lainnya

Pelajar Kabupaten Pakpak Bharat diterima di Universitas Gadjah Mada
Minggu, 7 Juni 2026
Lima pelajar asal Kabupaten Pakpak Bharat diterima di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Mereka berhasil memasuki salah satu Perguruan Tinggi terbaik tanah air ini berkat kerja sama (MoU) antara Pem...
Bupati Pakpak Bharat menghadiri Kunjungan Kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI
Jumat, 5 Juni 2026
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menghadiri Kunjungan Kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. Wihaji S.Ag, M.Pd di Sidikalang (04/06/2026). Wihaji melak...
Sekda Pimpin Rapat Koordinasi tentang Penetapan Tapal Batas Wilayah Hutan di Kabupaten Pakpak Bharat
Kamis, 4 Juni 2026
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Medan menggelar Rapat Koordinasi tentang penetapan tapal batas...
Kepala UPT Jalan Jembatan Dolok Sanggul Proses Pematokan Awal Pembanguan Ruas Jalan Pakpak Bharat Dolok Sanggul
Rabu, 3 Juni 2026
Kepala UPT Jalan Jembatan Dolok Sanggul, Anto Oppu Sunggu, M.Si meninjau pelaksanaan peningkatan mutu dan kwalitas jalan penghubung Pakpak Bharat - Humbang Hasundutan di delleng simpoon. Anto Oppu Sun...